Sabtu, 08 April 2017

Web Semantik


Web Semantik adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Melalui web semantil inilah berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi dan mengintegerasi informasi dengan cara yang lebih mudah. Intinya web semantik adalah perkembangan dari www  (world wide web) pada tahun 2002, dimana konten web yang di tampilkan tidak hanya dengan format bahasa manusia yang umum tetapi juga bisa di baca dan digunakan oleh bahasa mesin.
Pembuatan web semantik dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Web Consotium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL. Web 3.0 memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung metadata. Misalnya Resource Description Framework (RDF) dan Web Ontology Language (OWL).

Dibalik teknologi web semantik peran RDF ( Resource Description Framework ) adalah untuk mendefinisikan format metadata yang terdiri dari beberapa komposisi yaitu : subject, predicate, dan object. Subject dan object adalah entitas yang ditunjukkan oleh teks (Media Iptek, 2006). Sedangkan predicate adalah komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object. Hal yang paling menarik dari RDF yaitu object dapat menjadi subject yang nantinya diterangkan oleh object yang lainnya. Sehingga object atau masukan dapt diterangkan secara jelas dan detail, serta sesuai dengan keingingan pengguna yang memberikan masukan. Web semantik merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.

Contoh Web Semantik :
1.    SIOC ( http://sioc-project.org/ ) Adalah komunitas yang berusaha mewujudkan semantic website yang tengah berjuang membantu kita menciptakan web cerdas yang mana kelak pencarian info di internet menjadi jauh - jauh sangat mudah.
2.    Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena, di Hewlett-Packard.
3.    Second Life merupakan dunia virtual berbasis Internet. Mungkin di masa depan kita bisa hidup di dunia virtual itu yaitu di internet karena memang kehidupan di dalam Second Life meniru apa saja yang dilakukan oleh Anda dan yang ada di dunia nyata ini, dimana kita bisa berteman, melakukan aktivitas, berbicara dengan teman Anda, bertukar opini, bahkan berbisnis dan lain-lainnya yang ada di dunia ini
4.    Google Co-Op yang beralamatkan di http://www.google.com/coop/. Google Co-Op merupakan salah satu service yang disediakan Google dan mulai beroperasi sejak tahun 2006 dan merupakan fungsi search yang ditambahkan di search engine Google dengan penambahan fitur yang lebih luas dan diharapkan Google Co-Op dapat memberikan sesuatu yang tepat yang sedang dicari orang-orang.
5.    Web Servies yakni teknologi web yang memungkinkan sebuah aplikasi mampu berhubungan dengan aplikasi lainnya melalui protokol HTTP dengan format pesan XML

Perbedaan RDF dan XLink
RDF adalah sebuah dasar untuk pemrosesan metadata, dimana metadata dalam web dapat di kodekan, dipertukaranan dan dipergunakan. RDF terdiri dari tiga jenis bagian (triple) subyek predikat obyek, dimana bisa disebut juga sebagai:
1.            Resources, adalah bagian dari sumber informasi, dalam era Internet di representasikan dalam alamat web atau URL, ini disebut subyek atau obyek.
2.            Property, adalah sebuah karakteristik dari atribut atau relasi untuk menjelaskan sumber, ini disebut juga predikat.
Sedangkan XLink digunakan untuk membuat hyperlink dalam dokumen XML. Setiap elemen dalam dokumen XML dapat berperilaku sebagai link, XLink mendukung Link sederhana (seperti HTML) dan link diperpanjang (untuk menghubungkan beberapa sumber daya bersama-sama) dan XLink dapat didefinisikan di luar file terkait.
Yang membedakan RDF dengan Xlink ialah menggabungkan bahasa pemrograman untuk XML, yang menyediakan beberapa informasi tentang sebuah link tetapi, tidak menyediakan setiap rujukan/referensi external untuk apapun sehubungan dengan link yang relefan. RDF menetapkan URI yang spesifik untuk suatu individu.

Ontologi
Web Ontology Language (OWL) adalah suatu bahasa yang dapat digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang bukan sekedar menampilkan informasi tersebut pada manusia, melainkan juga yang perlu memproses isi informasi isi. Ontology sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk mendeskripsikan arti dan relasi dari istilah-istilah. Deskripsi tersebut berisi classes, properties, dan instances. Deskripsi ini dapat membantu sistem computer dalam menggunakan istilah-istilah tersebut cengan cara yang lebih mudah. Dengan menggunakan OWL, kita dapat menambah vocabulary tambahan disamping semantiks formal yang telah dibuat sebelumnya menggunakan XML, RDF, dan RDF Schema. Hal ini sangat membantu penginterpretasian mesin yang lebih baik terhadap isi Web. Untuk mendeskripsikan properties dan classes, OWL menambahkan vocabulary seperti:
1.             “among others”
2.            Relasi antar classes (misalnya: “disjointness”)
3.             Kardinalitas (misalnya: “exactly one”)
4.            Kesamaan (equality)
5.             Karakteristik property (misalnya: “symmetry”)
6.            Enumerated classes

OWL menyediakan tiga buah subbahasa yang dirancang untuk digunakan oleh para pengguna tertentu, yaitu:
1.            OWL Lite, digunakan oleh pengguna yang membutuhkan suatu hirarki pengklasifikasian dan berbagai constraints sederhana.
2.            OWL DL, digunakan oleh pengguna yang menginginkan tingkat ekpresi maksimal dan semua konklusi yang dihasilkan dapat dihitung dalam waktu yang terbatas (finite)
3.            OWL Full, digunakan oleh pengguna yang menginginkan tingkat ekpresi maksimal dan kebebasan sintaks dari RDF tanpa mempertimbangkan komputasi yang dibutuhkan.

Folksonomi dan struktur sosial
Penggunaan ontologi menambah struktur data. Namun, struktur dapat muncul secara organik dari manajemen individu mereka sendiri kebutuhan informasi, selama ada cukup individu. Ada semakin banyak aplikasi didorong oleh desentralisasi masyarakat dari bawah ke atas. Sebagai contoh, sebuah wiki adalah sebuah situs web yang memungkinkan pengguna dan pembaca untuk menambah dan mengedit konten, yang memungkinkan komunikasi, argumen dan komentar.
Di sisi lain tag dihasilkan oleh interaksi dunia nyata dengan isi tag, dan juga mengungkapkan pola asli keterlibatan antara konten penyedia dan pengguna. Evolusi tag lebih dari set yang sangat besar penandaan data dapat dilacak untuk menunjukkan pola-pola yang berkembang melalui waktu.

Ontologi dan Folksonomi
Ontologi dan Folksonomi melakukan hal-hal yang berbeda, dan menangani kasus-kasus yang berbeda. Folksonomi adalah varian pada bertarget kata kunci yang mencari tema, dan merupakan upaya yang muncul menarik di informasi pengambilan - bagaimana saya bisa mengambil dokumen (foto). Ontologi merupakan upaya untuk mengatur bagian dari dunia data, dan untuk memungkinkan pemetaan dan interaksi antara data dalam format yang berbeda lokasi, atau yang dikumpulkan oleh organisasi berbeda di bawah asumsi yang berbeda. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar