Minggu, 06 November 2016

Implikasi dan Dampak Terhadap Digital Cinema di Masyarakat



Dengan adanya kemunculan Digital Sinema di tengah masyarakat dapat membantu para Industri Film, Animasi Film, Animasi Game, dll. Dengan adanya digital sinema, film-film yang ada dapat diberikan musik latar dengan teknologi komputer dan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata. Setelah itu, film dapat dibuat dengan biaya produksi yang lebih murah namun dengan kualitas yang baik. Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Tapi tahukah kalian bahwa digital cinema memiliki dampak yang baik dan juga buruk bagi masyarakat, berikut penjelasannya :

Dampak Positif :

  • Film sebagai sarana hiburan masyarakat

Tidak bisa di bantahkan lagi bahwa film memang media hiburan bagi orang yang menyukainya. Bahkan kita bisa sampai terbawa suasana dari film yang kita tonton, kemampuan film dalam menyuguhkan video dan audio yang tentunya dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat melalui televisi ataupun lewat bioskop.

  • Film sebagai media pertukaran budaya

Melalui film banyak hal yang bisa kita ambil dan pelajari tentang budaya. Baik itu budaya masyarakat di sekitar kita yang belum kita ketahui atau bahkan budaya asing yang sama sekali tidak kita ketahui. Film juga dilihat sebagai media sosialisasi dan media publikasi budaya yang ampuh dan persuasif.

  • Film sebagai penyampai pesan dan kemampuan mempengaruhi audiens

Film dibuat tidak hanya  untuk menghibur kita, film bisa dibuat karena penciptanya memiliki pesan yang ingin disampaikan lewat film yang dibuatnya. Kita bisa mengambil pesan moral yang terdapat dari film tersebut, terutama film bertemakan pendidikan. Pesan yang disampaikan pun tentunya berbeda tergantung pada persepsi audiens sebagai penerima pesan. Dengan adanya peran dari tokoh dan intrik yang dilakoni aktor/artis pada film, ampu mempengaruhi audiensnya untuk mengikuti atau justru melakukan hal yang sama, terutama pada anak yang mengkonsumsi film tersebut.

Dampak negatif :

  • Menigkatkan agresifitas anak

Tontonan kartun luar yang menampilkan adegan kekerasan, omongan kasar, penampilan yang merendahkan orang lain dan tidak senonoh bisa mengakibatkan anak mengikuti adegan-adegan tersebut. Bagi orang tua yang tidak mengawasi buah hati mereka, maka anak itu akan mudah terbawa dan melakukan hal yang tidak seharusnya.

  • Hilangnya nilai budaya lokal

Saat ini banyak film luar yang merajai perfilman di Indonesia. Banyaknya budaya yang diperlihatkan oleh film luar, mengakibatkan seseorang mudah terbawa budaya mereka dan meninggalkan budaya sendiei atau bahkan bisa melupakannya. Belum lagi film Indonesia (film layar lebar,sinetron dan Ftv) yang “selalu” menyajikan budaya satu daerah, sehingga mempengaruhi dan hilangnya nilai budaya pada masyarakat lokal. 

  • Membutuhkan waktu khusus

Maksudnya adalah, dalam menonton film tentu kita memerlukan waktu. Film memang merupakan hiburan bagi masyarakat, tapi bukan berarti kita terus menonton film tersebut dan melupakan dunia nyata. Dampak terhadap anak-anak juga makin besar, kelebihan menonton film kartun bisa menyita waktu mereka untuk belajar sehingga membuat anak-anak menjadi malas belajar dan lebih mementingkan menonton film tersebut.

Tidak semua film berdampak baik ataupun buruk. Setiap film memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Jadi kesimpulannya gunakan teknologi digital sinema sebaik mungkin dan bermanfaat bagi semua orang, lalu jangan terpaku dengan menggunakan digital sinema secara terus menerus karena kita akan kecanduan dan menjadi malas untuk beraktifitas. Cerdiklah dalam menoton film, ambil nilai positifnya dan jangan mengambil nilai negatifnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar